Total Tayangan Laman

Jumat, 23 Desember 2011

Kampung Naga - Tasikmalaya

kampung Naga

Gong Perdamaian Dunia - Ciung Wanara

gong perdamaian dunia

Kampung Naga

Kampung Naga ( PKn )

Kampung Naga
“Pendidikan Kewarganegaraan”

Didalam Kampung Naga, terdapat 2 sistem pemerintahan yaitu Sistem Pemerintahan Formal dan Sistem Pemerintahan Informal.

A.Sistem Pemerintahan Formal
Sistem pemerintahan Formal di Karmpung Naga terdiri dari :

a)RT (Rukun Tetangga) dijabat oleh Bapak Risman.
b)Kepala Dusun dijabat oleh Bapak Suharyo.
c)Kepala Desa dijabat oleh Bapak Sobirin.


B.Sistem Pemerintahan Informal
Sistem Pemerintahan Informal di Kampung Naga terdiri dari :

a)Kuncen
Kuncen disebut juga Kepala Suku. Tugasnya sebagai kepala dan pemangku adat dan dijabat oleh Bapak Ade Suherlin.
b)Punduh
Tugasnya adalah murus rakuh meres jaweh atau dalam Bahasa Indonesia artinya adalah mengayomi masyarakat. Dijabat oleh Bapak Ba’un.
c)Lebek
Tugasnya adalah mengurus jenazah dari awal sampai akhir menurut syariat Islam. Dijabat oleh Bapak Ateng.


Di Kampung Naga juga memiliki 113 bangunan yang terdiri dari 3 bangunan utama untuk kepentingan warga dan 110 bangunan rumah untuk warga. Setiap rumah diwakili 1 kepala keluarga jadi jumlah kepala keluarga disana sebanyak 110 kepala keluarga.

Kampung Naga

Kampung Naga B. Indonesia

Inilah sedikit deskripsi tentang Kampung Naga, Tasikmalaya, Jawa Barat.

KAMPUNG NAGA

Kampung Naga merupakan perkampungan tradisional dengan luas areal kurang lebih 4 ha. Dengan luas perkampungan sekitar 1,5 ha. Lokasi obyek wisata Kampung Naga terletak pada ruas jalan raya yang menghubungkan Tasikmalaya-Bandung melalui Garut, yaitu kurang lebih pada kilometer ke 30 ke arah Barat kota Tasikmalaya.
Dinamakan Kampung Naga bukan berarti di kampung itu terdapat naga. Dinamakan begitu karena kampung tersebut dikelilingi bukit, dan di Jawa Barat hal tersebut disebut Sa Nagawir. Dari kata Sanagawir yang diambil adalah kata naga sehingga dijuluki Kampung Nagawir atau mudahnya Kampung Naga.
Kampung Naga dihuni oleh sekelompok masyarakat yang beragama Islam, namun sangat kuat dalam memegang adat-istiadat peninggalan leluhurnya. Hal ini akan terlihat jelas perbedaannya bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luar Kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga hidup pada suatu tatanan yang dikondisikan dalam suasana kesahajaan dan lingkungan kearifan tradisional yang lekat. Kehidupan mereka dapat berbaur dengan masyarakat modern.
Kampung Naga berada di bawah, yaitu dengan menuruni tangga yang sudah ditembok (Sunda Sengked) dengan anak tangga berjumlah lebih dari 400 dan dengan kemiringan 45 derajat. Di bawah tangga terdapat sungai Ciwulan dan di tepinya terdapat jalan setapak yang menyusuri sungai menuju Kampung Naga. Di tepi jalan setapak satu terdapat sungai Ciwulan dan di sisi satunya terdapat sawah yang terbentang luas dan rumah penduduk,kolam ikan,serta kandang-kandang hewan ternak, seperti kambing. Bentuk permukaan tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur.
Di dalam Kampung Naga terdapat rumah-rumah penduduk, masjid, balai pertemuan, lumbung padi. Atap bangunan di Kampung Naga terbuat dari daun rumbia, daun kelapa, atau injuk sebagai penutup bumbungan. Dindind rumah dan bangunan lainnya terbuat dari anyaman bambu (bilik). Pintu bangunan terbuat dari serat rotan dan semua bangunan menghadap Utara atau Selatan sehingga ketika matahari terbit, semua atap rumah bisa tersinari, dan jika hujan turun semua atap rumah terkena rintik air hujan. Selain itu, di Kampung Naga listrik tidak diperbolehkan masuk. Tumpukan batu yang tersusun rapi dengan tata letak dan bahan alami merupakan ciri khas gara arsitektur dan ornamen Perkampungan Naga.
Kehidupan yang tenang dengan pemandangan yang indah membuat setiap orang nyaman dan tentram. Hewan ternak, contohnya ayam yang dilepaskan membuat suasana tambah asri. Dengan orang-orang yang ramah yang berbahasa Sunda tetapi juga dapat berbahasa Indonesia, serta penjual makanan dari luar Kampung Naga dan penjual dari dalam Kampung Naga yang menjual cinderamata yang terbuat dari bambu atau bahan alami yang ada di sekitar Kampung Naga sebagai ciri khas dari Kampung Naga.

Kampung Naga

Kampung Naga

Inilah sekilas tentang Kampung Naga dari sisi Biologinya.

Kampung Naga
“Biologi”





Kampung Naga merupakan perkampungan tradisional dengan luas areal kurang lebih 4 ha. Lokasi objek wisata Kampung Naga terletak pada ruas jalan raya yang menghubungkan Tasikmalaya – Bandung melalui Garut, yaitu kurang lebih pada kilometer ke 30 ke arah Barat kota Tasikmalaya. Luas tanah Kampung Naga yang ada seluas satu hektar setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan, pekarangan, kolam dan selebihnya digunakan untuk pertanian sawah yang dipanen satu tahun dua kali.
Kampung Naga memiliki beraneka macam Flora dan Fauna. Flora diantaranya adalah pohon Alba, pohon Aren, pohin pisang, pohon singkong, pohon kelapa, padi jagung dll. Dan Fauna diantaranya adalah kambing, ikan air tawar, kerbau, ayam dll. Kampung Naga juga memiliki satu hutan hujan tropis yang sangat dilindungi oleh seluruh warga. Hutan tersebut dianggap tabuh oleh para warga, maka tidak ada seorangpun yang diperbolehkan masuk ke hutan tersebut. Karena para warga berprinsip dalam bahasa setempat sebagai berikut : “ Leuweng Laon Rusaken Ruwaten jeng Rumaten “ yang artinya hutan jangan dirusak, tetapi dipelihara dan dijaga.
Flora di Kampung Naga yang paling utama atau pokok untuk memenuhi kebutuhan pangan adalah Padi. Para warga memproduksi sendiri kebutuhan pokoknya itu. Dan ada beberapa jenis padi yang ditanam di Kampung Naga, diantaranya adalah :

1) Padi Jamblang
Padi jamblang ini ujungnya atau ekornya berwarna kuning
2)Padi Lokcan
Padi ini ujungnya berwarna hitam.
3)Padi Sreksrek
Padi ini ujung-ujungnya berwarna merah
4)Padi Cere
Padi ini keseluruhan berwarna hitam.
5)Padi Sari Kuning
6)Padi Goyot


Flora di Kampung Naga selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan, juga dapat untuk memenuhi kebutuhan akan kesehatan warga setempat. Salah satunya adalah daun Kapor digunakan untuk penyakit batuk. Dengan cara direbus lalu diminum air rebusannya.
Dan penelitian kami jatuh pada bunga berwarna putih yang kami temukan dibeberapa tempat di Kampung Naga yaitu di anak tangga ke 57, 175, 179 289 dan 391. Selain disekitar anak tangga kami juga menemukannya disekitar aliran sungai dan di sekitar kandang kambing. Dan kesimpulan kami adalah itu disebabkan karena pada daerah – daerah tersebut banyak terdapat sari – sari makanan yang dihasilkan dari kotoran kambing ataupun karena tanaman tersebut tercukupi akan kebutuhan kadar airnya.

Sabtu, 10 Desember 2011

Alex Chu - Saranghao

Super Junior - Sorry Sorry Answer

Hey~Whoooahh whoah
I will love you tonight
Michidorok neol wonhago isseo yeah
Dan harurado neo eobsi an doeneun nan oh~ baby
I hold you in my arms ojik geu sarange simjangi ttwineun geol
Nan jeomjeom sumi makhyeowa ireoda jukkesseo I want you baby

Neomu neomu areumdawo ne moseube neogsi ppajyeobeorin na
Ppajyeobeorin na
Geujeo ne nunbiche saro japhyeo gogaejocha dollil sudo eomneun na
Babo gateun na
Gaseum teojyeo beoril geot gata neoui soneul jabeumyeon ne ipsure ip
Matchum halttaemyeon
Geunyeomani naege jooin ilsu itneun geol I'm a slave for you~

Sorry sorry sorry sorry naega naega naega meonjeo nege nege nege
Ppajyeo ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty shawty shawty shawty nuni busyeo busyeo busyeo sumi makhyeo
Makhyeo makhyeo naega michyeo michyeo baby
Sorry sorry sorry sorry naega naega naega meonjeo nege nege nege
Ppajyeo ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty shawty shawty shawty nuni busyeo busyeo busyeo sumi makhyeo
Makhyeo makhyeo naega michyeo michyeo baby
Nan nan nananana nanana nana nanana nana nanana (lalalala)
Nan nan nananana nanana nana nanana nana nanana nanana

Haengbokhan baborado doen gibun neukkil su itgenni yeah
Nal gajyeodo neon neon gwaenchanha geudaero sigani meomchwoseo
Hanaui naigil wonhae

Neomu neomu areumdawo ne moseube neogsi ppajyeobeorin na
Ppajyeobeorin na
Geujeo ne nunbiche saro japhyeo gogaejocha dollil sudo eomneun na
Babo gateun na
Gaseum teojyeo beoril geotgata neoui soneul jabeumyeon
Ne~ ipsure ip matchundamyeon
Geunyeomani naege jooin ilsu itneun geol I'm a slave for you~
Sorry sorry sorry sorry naega naega naega meonjeo nege nege nege
Ppajyeo ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty shawty shawty shawty nuni busyeo busyeo busyeo sumi makhyeo
Makhyeo makhyeo naega michyeo michyeo baby
Sorry sorry sorry sorry naega naega naega meonjeo nege nege nege
Ppajyeo ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty shawty shawty shawty nuni busyeo busyeo busyeo sumi makhyeo
Makhyeo makhyeo naega michyeo michyeo baby

Sangsanghan su eobseo neoreul ilhneundaneun geot
Nega eobsi saraganeun salmiran geot
Isunganeun kieokhalkke maengsehalkke
Neol cheoeumcheoreom baraboneun haebaraki boy

Machi neonnareul guwonhake bonaejin geol
Saranghaneun salmi naege heorakdwin geol
Geudaemaneuro naneun chungbunhae finally you're in my life

Sorry baby sorry baby neoman neoreul saranghaeseo mianhae
Cheongmal mianhae
Shawty baby shawty baby geudaemaneul barabwaseo mianhae
Cheongmal eojjeol suga eobtna bwa

Sorry sorry sorry sorry naega naega naega meonjeo nege nege nege
Ppajyeo ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty shawty shawty shawty nuni busyeo busyeo busyeo sumi makhyeo
Makhyeo makhyeo naega michyeo michyeo baby
Sorry sorry sorry sorry naega naega naega meonjeo nege nege nege
Ppajyeo ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty shawty shawty shawty nuni busyeo busyeo busyeo sumi makhyeo
Makhyeo makhyeo naega michyeo michyeo baby

Realize the heat, the lie
Baby, give me can't deny
Sori naeji malgo urin geujeo I gongganeul neukkyeo
Gipi bbajyeodeuneun sarang jeunghuguneul neukkyeo
Jeoldae byeonhajido malja heeojiji malja
Naboda deo saranghae maleul haejuja
Baek beondo man beonirado
On and on Precious love

Nan nan nananana nanana nanana nana nanana (lalalala)
Nan nan nananana nanana nana nanana nana nanana nanana